Profil

profil Kantor Regional II bkn Surabaya

Sejarah

Sejarah Kantor Regional II BKN Surabaya

Setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, Pemerintah Republik Indonesia secara resmi menyatakan bahwa segenap pegawai dari bekas Pemerintah Belanda dan Jepang dengan sendirinya menjadi Pegawai Pemerintah Republik Indonesia. Pada saat bangsa Indonesia sedang dalam kancah perjuangan untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pemerintah Republik Indonesia membentuk Kantor Urusan Pegawai (KUP) dengan Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 1948 tanggal 30 Mei 1948. Dan inilah menjadi cikal bakal Badan Kepegawaian Negara dan kemudian berdasarkan keputusan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara (BAKN) Nomor  27/KEP/1999 tanggal tersebut ditetapkan menjadi hari jadi Badan Kepegawaian Negara (BKN). Dengan demikian maka tanggal 30 Mei 1948 merupakan titik awal perjalanan pengabdian BKN.

Karena semakin berkembangnya masalah kepegawaian dan untuk mempercepat pelayanan di bidang kepegawaian, berdasarkan keputusan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara Nomor 212/KEP/1984 tanggal 10 Juli 1984 dibentuklah Kantor Wilayah II Badan Administrasi Kepegawaian Negara yang berkedudukan di Surabaya dengan wilayah kerja provinsi daerah wilayah tingkat I Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Timor Timur yang selanjutnya dalam keputusan ini disebut Kanwil II BAKN yang berkedudukan langsung di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala BAKN.

Seiring semakin pesatnya perkembangan di bidang kepegawaian dengan bergesernya paradigma dari administrasi kearah manajemen sumber daya manusia, BAKN juga melakukan reformasi kepegawaian dengan mengubah BAKN menjadi Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan Keputusan Presiden Nomor 95 tahun 1999 tanggal 11 Agustus 1999. Keberadaan BKN ini kemudian diperkuat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang pokok-pokok kepegawaian. Dengan begitu maka Kanwil II BAKN Surabaya berubah menjadi Kantor Regional II BKN dengan keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 59 Tahun 2000 tentang struktur organisasi Kantor Regional Badan Kepegawaian Negara.

Nama Pejabat dan Masa Jabatan Kepala Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara Surabaya :

  1. Soediman

Kepala Kantor Wilayah II Badan Administrasi Kepegawaian Negara Surabaya

Periode : 14 Juli 1984 sampai dengan 21 Juni 1988

  1. Bambang Sugeng, S.H.

Kepala Kantor Wilayah II Badan Administrasi Kepegawaian Negara Surabaya

Periode : 21 Juni 1988 sampai dengan 17 Januari 1995

  1. Rafael Djari

Kepala Kantor Wilayah II Badan Administrasi Kepegawaian Negara Surabaya

Periode : 17 Januari 1995 sampai dengan 13 Juni 2001

  1. Sulardi, M.M.

Kepala Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara Surabaya

Periode : 13 Juni 2001 sampai dengan Nopember 2006

  1. Murgiyono, M.Si.

Kepala Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara Surabaya

Periode : 2 Februari 2007 sampai dengan 10 Agustus 2008

  1. Yulina Setiawati. NN, S.H., M.M.

Kepala Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara Surabaya

Periode : 11 Agustus 2008 sampai dengan 11 Mei 2011

  1. Darmanto, S.H., M.Si

Kepala Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara Surabaya

Periode : 21 Juni 2011 sampai dengan 11 Agustus 2015

  1. Ida Ayu Rai Sri Dewi, S.H., M.Si.

Kepala Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara Surabaya

Periode : 11 Agustus 2015 sampai dengan 19 Desember 2016

  1. Tauchid Djatmiko, S.H., M.Si.

Kepala Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara Surabaya

Periode : 19 Desember 2016 sampai dengan sekarang.

Visi & Misi

VISI :

Mewujudkan Pengelola ASN yang Profesional dan Berintegritas untuk mendukung tercapainya Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.

MISI :

1. Pembinaan penyelenggaraan manajemen ASN,
2. Penyelenggaraan manajemen ASN,
3. Penyimpanan informasi pegawai ASN,
4. Pengawasan Dan Pengendalian Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria Manajemen ASN.dan
5. Mengembangkan dan mengoptimalkan sistim manajemen internal BKN

Bidang Tata Usaha

Mutasi & Status Pegawai

Pensiun & Pengangkatan

Informasi Kepegawaian

Supervisi Kepegawaian

BKN Fasilitasi Peserta SKB Positif COVID-19

Sidoarjo - Humas BKN, Status kesehatan terkait COVID-19 tidak serta merta menghilangkan kesempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2019 untuk mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Sebagaimana disebutkan dalam surat Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor K 26-30/V 148-3/99, bahwa peserta SKB yang terkonfirmasi positif dapat mengajukan penjadwalan ujian ulang kepada Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). Penjadwalan ulang dilakukan dengan memerhatikan masa isolasi 14 hari dan diharapkan pada saat penjadwalan ulang peserta telah dinyatakan negatif.

IMG_7357

Untuk wilayah kerja Kanreg II BKN di Jawa Timur, peserta berstatus positif COVID-19 dijadwalkan ulang untuk mengikuti ujian pada kamis (8/10/2020) di Kantor Regional II BKN. Meski demikian, terdapat peserta yang masih berstatus positif COVID-19, sehingga protokol kesehatan pun diperketat dengan mewajibkan panitia menggunakan hazmat dan APD lengkap. Sementara itu peserta mengerjakan soal SKB menggunakan CAT BKN di dalam mobil pribadi masing-masing peserta, sehingga jarak fisik terjaga. Bagi peserta yang tidak membawa mobil pribadi, disediakan ruang khusus isolasi dengan pembatas untuk setiap PC. Bagi peserta yang telah dinyatakan negartif mengikuti ujian di Ruang Mojopahit Kanreg II BKN.

IMG_7391

Tauchid Djatmiko selaku Kepala Kanreg II BKN menuturkan, "Terkonfirmasi terdapat 65 peserta yang dijadwalkan ulang hari ini. Kami berharap semua berjalan aman dan tetap sehat setelah ini. Di awal seluruh panitia telah melakukan Rapid Test, jadi nanti di akhir mereka akan melakukan Swab Test untuk memastikan kondisi kesehatan seluruh panitia". - suf

08 Oct

Optimis, Gubernur Sambut CPNS dalam SKB Pemprov Jawa Timur

Sidoarjo - Humas BKN, Pemerintah Provinsi saat ini tengah menyelenggarakan Seleksi Kompetensi Bidang Calon Pegawai Negeri Sipil (SKB CPNS) Tahun  Anggaran 2019. Bertempat di Kantor Regional II BKN, seleksi berlangsung selama 10 hari. Dimulai pada 28 September dan akan berakhir pada 7 Oktober 2020. SKB Pemprov Jawa Timur saat ini menyisakan 4.778 peserta. Sebanyak 4.349 peserta mengikuti ujian di Kanreg II BKN, dan 429 lainnya mengikuti di Kantor Regional BKN terdekat dengan lokasi domisili yang berada di luar Jawa Timur.

IMG_7275

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berkesempatan meninjau langsung pelaksanaan SKB pada Selasa (6/10/2020). Kunjungannya kali ini dimaksudkan untuk memastikan pelaksanaan SKB berdasarkan protokol COVID-19, sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta.

Khofifah optimis bahwa CPNS Tahun Anggaran 2019 mampu melanjutkan tugas besar Pemprov Jatim dengan kreatif, produktif dan penuh inovasi. Ia menuturkan, "Saya yakin, para peserta memiliki niat untuk mencurahkan segala energi positifnya membangun negeri ini melalui Pemprov Jawa Timur. Besar harapan saya, semua akan jadi pelopor pembangunan Indonesia dari Jatim. 

IMG_7285

Khofifah menyebutkan formasi saat ini sudah sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan untuk memaksimalkan pelayanan dan kinerja di seluruh OPD Pemprov Jatim. Diaman sebanyak 1.817 formasi dibutuhkan di tahun anggaran 2019 ini. Lebih lanjut, Khofifah juga menjelaskan bahwa Pemprov Jatim telah mengajukan formasi kebutuhan pegawai untuk penerimaan CPNS Tahun 2021, mengingat rencananya pengadaan CPNS 2020 ditiadakan terkait dengan pandemi COVID-19. -suf

06 Oct

Walikota Surabaya Perintahkan Swab di Tilok Bagi Peserta SKB Reatif

Surabaya - Humas BKN, Memasuki Seleksi Kompetensi Bidang Calon Pegawai Negeri Sipil (SKB CPNS) Tahun Anggaran 2019, berbagai ketentuan tambahan terkait protokol kesehatan diberlakukan oleh Panitia Seleksi Daerah (Panselda) berkoordinasi dengan Jantor Regional II Badan Kepegawaian Negara (Kanreg II BKN) untuk pelaksanaan SKB di wilayah Jawa Timur. Salah satunya Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Surabaya yang mewajibkan peserta SKB untuk membawa hasil rapid tes. 

WhatsApp Image 2020-09-22 at 7.52.46 AM

Tak hanya sampai di situ, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menyampaikan dengan tegas seluruh panitia dan peserta SKB yang dinyatakan reaktif harus mengikuti tes Swab di titik lokasi ujian yang diselenggarakan di GOR Pancasila. Hal tersebut sebagaimana beliau sampaikan langsung dalam kunjungannya memantau persiapan SKB Pemkot Surabaya pada Selasa (22/09/2020). Tidak hanya memerintahkan Swab, beliau juga memperingatkan dengan tegas seluruh panitia yang tidak tertib dan menaati protokol kesehatan COVID-19.

WhatsApp Image 2020-09-22 at 11.14.08 AM

Kota Surabaya sendiri akan melangsungkan SKB CPNS selama 3 hari (22-24 September 2020) dengan jumlah peserta sebanyak 1.201 orang. Meski demikian hanya 1.142 peserta yang dijadwalkan akan mengikuti SKB di GOR Pancasila. Sementara 59 sisanya mengikuti di Kanreg BKN terdekat dengan wilayah domisili untuk meminimalisir mobilitas. -suf

23 Sep

BKN Terbitkan Mekanisme Pelaksanaan SKB Peserta Terkonfirmasi Positif Covid-19

Jakarta – Humas BKN, Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai Ketua Pelaksana Panitia Seleksi CPNS Nasional (Panselnas) tidak menutup kesempatan bagi peserta yang dinyatakan terpapar Covid-19 untuk tetap mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama, Paryono menyebutkan karena kelanjutan tahapan seleksi kembali dilakukan di pandemi, maka selain menerbitkan aturan pelaksanaan seleksi sesuai protokol kesehatan, BKN juga menyusun mekanisme penanganan peserta terkonfirmasi positif Covid-19 untuk tetap dapat mengikuti pelaksanaan SKB.

“Mekanisme pelaksanaan SKB bagi peserta yang dinyatakan positif Covid-19 diatur dalam Surat Edaran Kepala BKN Nomor K 26-30/V 148-3/99 tanggal 31 Agustus 2020 perihal Penjelasan Terkait Peserta CPNS Formasi Tahun 2019 yang terkonfirmasi positif Covid-19,” terang Paryono pada Senin, (7/9/2020) di Kantor BKN Pusat Jakarta. Dalam SE Kepala tersebut ditekankan dua aturan penanganan peserta yang terkonfirmasi positif Covid-19 untuk tetap dapat mengikuti SKB, yakni: Pertama, untuk peserta SKB terkonfirmasi positif Covid-19 yang sedang menjalani isolasi, Instansi Pusat atau Instansi Daerah menyampaikan surat kepada Kepala BKN disertai bukti surat rekomendasi dokter atau hasil swab dengan keterangan menjalani isolasi. Lalu BKN akan mengatur kembali jadwal SKB peserta terkonfirmasi Covid-19 tersebut.

Kedua, jika terdapat peserta terkonfirmasi positif Covid-19 dan tidak sedang menjalani isolasi mandiri, misalnya ternyata hadir di lokasi ujian, maka Panitia Seleksi Instansi melaporkan kepada Tim CAT BKN untuk dilakukan pemeriksaan di tempat yang disediakan khusus di lokasi ujian. Jika dari hasil pemeriksaan, peserta direkomendasikan dapat mengikuti ujian, maka peserta mengikuti SKB sesuai jadwalnya di ruangan khusus yang diawasi oleh petugas secara khusus. Sementara jika peserta direkomendasikan tidak dapat mengikuti ujian, maka peserta dapat dijadwalkan mengikuti SKB pada akhir seleksi di lokasi peserta terjadwal SKB atau di Kantor BKN terdekat, dengan dibuatkan Surat Rekomendasi Kesehatan dan Berita Acara Peserta terkonfirmasi positif Covid-19. des

Download: Surat Kepala BKN Peserta SKB COVID

14 Sep
Address
Jl. Letjen S.parman No.6 Waru, Kabupaten Sidoarjo
Telephone : (031) 8531038
Fax : (031) 8531038
kanreg2.surabaya@bkn.go.id
.
Instagram Feed
00000000005329
Subscribs
Dapatkan berita terbaru kami dengan mendaftarkan email anda pada form di bawah ini
©Copyright 2019, By All rights reserved
×